Tampilkan postingan dengan label RAMADHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAMADHAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

Idul Fitri

Idul Fitri (Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdul-Fiṭr) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda.

Ibadah dan tradisi pada Idul Fitri

Pada tanggal 1 Syawal mulai berakhirnya puasa pada bulan Ramadan, kemudian merayakan Idul Fitri. Awal pagi hari selalu dilaksanakan Salat Idul Fitri (Salat Id), disunnahkan melaksanakan salat Id di tanah lapang atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area ibadahnya tidak cukup menampung jamaah. Sebelum salat Id di lakukan imam mengingatkan siapa yang belum membayar zakat fitrah, sebab kalau selesai salat Id baru membayar zakatnya hukum nya sedekah biasa bukan zakat. Adapun hukum dari Salat Idul Fitri ini adalah sunnah mu'akkad. Di malam sebelum dan sesudah hari raya, umat muslim disunnahkan mengumandangkan takbir. Adapun kalimat takbir adalah sebagai berikut:
Arab Latin Terjemahan
الله أكبر الله أكبر الله أكبر Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
لا إله إلا الله la ilaha illa Allah Tidak ada Tuhan selain Allah
الله أكبر الله أكبر Allahu akbar, Allahu akbar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
ولله الحمد wa li-illahi al-hamd Segala puji hanya bagi Allah
Takbir mulai dikumandangkan setelah bulan Syawal dimulai. Selain menunaikan Salat Sunnah Idul Fitri, kaum muslimin juga harus membayar zakat fitrah sebanyak 2,5 kilogram bahan pangan pokok. Tujuan dari zakat fitrah sendiri adalah untuk memberi kebahagiaan pada kaum fakir miskin. Kemudian, Khutbah diberikan setelah Salat Idul Fitri berlangsung, dan dilanjutkan dengan do'a. Setelah itu, kaum muslimin di Indonesia memiliki tradisi saling bermaaf-maafan, terkadang beberapa orang akan berziarah mengunjungi kuburan.









Do'a atau ucapan pada Idul Fitri

Di Indonesia sering mengucapkan doa Minal 'Aidin wal-Faizin, sebenarnya itu adalah tradisi masyarakat Asia Tenggara. Menurut sebagian besar ulama ucapan tersebut ditidaklah berdasar dari ucapan dari Nabi Muhammad. Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair di masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan dendang wanita di hari raya.
Adapun ucapan yang disunnahkan olehnya adalah Taqabbalallahu minna wa minkum ("Semoga Allah menerima amal kami dan kalian") atau Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik ("Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu" dan semisalnya.”) dan semisalnya

Rabu, 17 Juni 2015

Jadwal Puasa Ramadhan 2015 (1436 H) akan segera diumumkan secara langsung oleh Kementrian Agama setelah sidang Isbat yang akan digelar nanti 16 Juni 2015 berhasil dilakukan, Hasil Rukyat akan sesegera mungkin diumumkan mengingat Hal ini begitu penting dikarenakan 2 Ormas Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyyah sudah sepakat bahwa awal Puasa dimulai pada Kamis, 18 Juni 2015.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menngungkapkan bahwa penentuan Awal Puasa Ramadhan 1436 H masih tetap menunggu selesainya sidag isbat yang akan dilakukan Sore Nanti terlepas itu akan sama dengan keputusan dari Muhammadiyyah maupun NU. sebagaimana biasanya, sidang isbat memusyawarahkan penentuan awal Ramadhan berdasarkan dua metode utama, yakni rukyatul hilal (pengamatan pada bulan) dan hisab (perhitungan astronomis),
Secara Teknis Lebih Lanjut Menteri Agama mengngkapkan bahwa dalam Sidang tersebut nantinya akan ditentukan Apakah Hilal bisa dilihat atau tidak, jika dipastikan terlihat, Maka Awal Ramadhan 1436 H akan jatuh pada Rabu 17 Juni 2015, Namun jika hilal tak terlihat maka Awal Ramadhan akan jatuh pada kamis 18 juni 2015.
Jika memang setelah siding Isbat ini nantinya akan memutuskan bahwa Awal Ramadhan jatuh pada Kamis 18 Juni 2015, maka umat Islam Di Indonesia akan kembali merasakan Hangatnya kebersamaan dengan mengawali Ramadahan di Hari dan Tanggal yang sama, Hal ini tentu akan menambah Ukhuwah Islamiyyah semakin mengental di Indonesia, mengingat beberapa Tahun sebelumnya selalu terjadi Perbedaan pendapat.
Adapun tahun ini, Baik Muhammadiyyah maupun NU yang menggunakan Metode Rkyatul Hilal, Di Tahun Ini Nampaknya Pihak NU juga berkeyakinan akan mengawali Ramadhan di Hari yang sama dengan Metode Hisab yang diterapkan Oleh Muhammadiyyah.
Nah, Untuk Berjaga Jaga Kapankah Waktu Penentuan Awal Puasa tersebut, Kita perispkan dulu Jadwal Imsak dan Maghrib , berikut Jadwal Imsakiyah 3 Hari Ramadhan 2015 bagi 497 kabupaten/kota se-Indonesia yang mencakup 34 propinsi, termasuk propinsi terbaru
Tgl Masehi Tgl Hijriah Imsak Subuh Dhuhur Ashar Maghrib Isya Terbit Dhuha
18 Juni 2015 M 1 Ramadhan 1436 H 04:29 04:39 11:55 15:17 17:49 19:03 05:59 06:21
19 Juni 2015 M 2 Ramadhan 1436 H 04:29 04:39 11:55 15:17 17:49 19:03 05:59 06:22
20 Juni 2015 M 3 Ramadhan 1436 H 04:29 04:39 11:56 15:18 17:49 19:04
Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) serta beberapa situs referensi almanak, Ramadan tahun 2015 akan ditetapkan jatuh pada hari Kamis, 18 Juni dan akan berlangsung selama 29 hari hingga jatuhnya hari Raya Idul Fitri pada hari Jum'at, 17 Juli 2015. Adapun awal puasa tahun ini akan terjadi keseragaman antara Muhammadiyah dan NU yang jatuh di tanggal yang sama.

Menurut penuturan ketua Lapan, Thomas DJamalludin, kemungkinan jatuhnya awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri untuk tahun 2015 hingga tahun 2022 di Indonesia akan sama dan seragam. Sedangkan untuk Idul Adha, keseragaman akan terjadi mulai tahun 2016 hingga tahun 2022.

Badan Lapan memprediksi bahwa dalam kurun waktu tujuh tahun kedepan akan terjadi keseragaman dalam penentuan awal puasa dan juga Idul Fitri karena disebabkan oleh posisi bulan yang berada cukup tinggi.

Adapun untuk menentukan kapan dimulainya bulan Ramadhan tergantung dari posisi hilal yakni penampakan bulan sabit muda yang terlihat pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi) sesudah maghrib. Alasan mengapa hilal hanya bisa nampak saat petang atau magrib adalah dikarenakan bentuk bulan sabit muda yang masih sangat tipis serta cahaya yang sangat redup. Cahaya redup ini dapat tertutup oleh cahaya matahari yang jauh lebih terang yang menyebabkan hilal menjadi tidak terlihat.